Rabu, 23 Juli 2014
Update Info
Beranda / Berita / Haris Tofli : LPI 2 Beda

Haris Tofli : LPI 2 Beda

Untuk menjaring dan mencetak bibit-bibit baru di bidang sepakbola, pengurus cabang (Pengcab) PSSI kota Malang menggelar Liga Pendidikan Indonesia (LPI) sejak 12 April hingga 21 April 2011. Even yang di ikuti 15 SMP dan 9 SMA ini menggunakan lapangan Cengger Ayam, lapangan Klabang Bakalan Krajan, lapangan luar dan dalam Stadion Gajayana. Tahun 2011 ini merupakan even yang kedua yang mempunyai sedikit perbedaan dengan tahun sebelumnya.

Menurut penanggung jawab LPI, Haris Tofli, jika gelaran sebelumnya tidak ada lomba yel-yel, maka pada even kali ini ada lomba yel-yel yang sekaligus untuk memberi semangat kepada tim yang sedang berlaga. “Hadiahnya pun cukup lumayan, pada penyelenggaraan LPI pertama kami menyediakan hadiah uang tunai sebesar 9 juta rupiah. Sedangkan pada LPI kedua ini bertambah menjadi 16 juta rupiah, dan hadiah itu belum termasuk  2,5 juta rupiah untuk hadiah lomba yel-yel,” ujar Haris saat ditemui, Selasa (12/4).

Lebih lanjut Haris mengatakan, bahwa LPI ini terselenggara atas kerjasama Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga serta pengcab PSSI Kota Malang. “Saat ini pengcab PSSI membutuhkan bibit-bibit atau pemain muda berkualitas dan karena penyebaran pemain berbakat tidak merata, maka diselenggarakanlah event seperti ini,” sambungnya.

“Wadah lain yang bisa mencetak pemain muda ini juga bisa melalui SSB (Sekolah Sepak Bola) serta kepedulian pihak sekolah untuk melakukan pembinaan bakat siswanya. Dari berbagai gelaran seperti itu, maka akan memudahkan pemantauan dari pihak PSSI untuk mencari bibit pemain sepak bola berkualitas sejak dini. Setelah PSSI melakukan pemantauan, maka nantinya PSSI akan melakukan pembinaan khusus terhadap mereka,” imbuh Haris.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dispora Kota Malang, Drs. Subari, bahwa LPI ini merupakan ajang yang tepat untuk mencetak regenerasi persepakbolaan kita. “Bagi yang berkualitas akan dilakukan pembinaan ke tingkat provinsi dan tingkat nasional, dan itu semua juga merupakan aset bagi pemerintah,” ungkap Subari.

Walikota Malang saat pembukaan Liga Pendidikan Indonesia di Stadion Gajayana (

“Pemain yang berbakat juga akan disalurkan ke jenjang persepakbolaan profesional, seperti halnya ke Persema, Arema atau tim yang lain. Kalau anak-anak ini bagus kenapa tidak, dan mereka mempunyai peluang yang sama,” pungkas Subari. Hal tersebut juga dikemukakan oleh Walikota Malang, Drs. Peni Suparto, M.AP saat pembukaan LPI di stadion Gajayana.(say)

Tentang Achmad Syaiful Afandi

Achmad Syaiful Afandi
Reporter Bidang Informasi Publik Dinas Kominfo Kota Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi, ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>