Minggu, 26 Oktober 2014
Update Info
Beranda / Berita / Kondisi Lahan di Indonesia Kritis

Kondisi Lahan di Indonesia Kritis

Drs. Wasto, SH, MH, Kepala DKP Kota Malang

Pakar Hukum Universitas Brawijaya Malang, Imam Koeswahyono mengatakan, kondisi lahan di Indonesia saat ini sudah kritis karena maraknya alih fungsi lahan pertanian atau menipisnya Ruang Terbuka Hijau (RTH). “Jika hal tersebut dibiarkan, maka lahan pertanian akan habis dan berkurangnya sawah. Sehingga, produksi padi juga akan berkurang dan membuat Indonesia harus melakukan impor beras yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan beras sekitar 240 juta jiwa penduduk Indonesia,” ujar Imam Koeswahyono, Rabu (27/4).

Sementara terkait solusi yang harus dilakukan agar RTH bisa terjaga memang tergantung dari masing-masing wilayah. “Tetapi hal yang bisa dilakukan seperti mengambil kembali lahan-lahan RTH yang telah berubah fungsi, melakukan rehabilitasi taman atau hutan kota, serta penegakan hukum,” tuturnya.

Sementara untuk di Kota Malang sendiri, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang, Drs. Wasto, SH, MH mengatakan, sesuai dengan Undang-undang 26 tahun 2007 tentang Tata Ruang Perkotaan, sebuah daerah harus memiliki RTH ideal sebesar 20% dari luas kota. “Tetapi untuk RTH Kota Malang, berdasarkan kajian Bappeda, hanya sebesar 17 persen dari luas wilayah sekitar 110 kilometer,” sambung Wasto.

Untuk memenuhi kekurangan sekitar tiga persen tersebut, lanjut Wasto, pihaknya sudah mulai melakukan beberapa usaha untuk memenuhi jumlah RTH, sambil masih menunggu Perda Rencana Tata ruang dan Tata wilayah yang belum disahkan. Untuk diketahui, saat ini DKP sudah membuat hutan kota baru seluas delapan hektar yang terletak di sebelah selatan GOR Ken Arok Kota Malang. Diharapkan hutan kota tersebut bisa menambah jumlah RTH di Kota Malang,” pungkas Wasto. (say)

Tentang Achmad Syaiful Afandi

Achmad Syaiful Afandi
Reporter Bidang Informasi Publik Dinas Kominfo Kota Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi, ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>