Rabu, 22 Oktober 2014
Update Info
Beranda / Berita / Biaya Pendaftaran dan Daftar Ulang SMA/SMK Dihapus

Biaya Pendaftaran dan Daftar Ulang SMA/SMK Dihapus

Christea Frisdiantara – Ketua Komisi D DPRD Kota Malang

Menjelang penerimaan siswa baru di tingkat SMA/SMK, sekolah diperbolehkan untuk memungut Sumbangan Biaya Pengembangan Pendidikan (SBPP), Sedangkan pungutan lain seperti biaya pedaftaran dan daftar ulang tidak perlu lagi ada biaya alias gratis. Sinyal lampu hijau tersebut terungkap saat digelar pertemuan antara Komisi D DPRD Kota Malang dengan para kepala SMA dan SMK, di Kantor DPRD Kota Malang, Rabu (18/5).

Dalam pertemuan tersebut, Komisi D memanggil para kepala sekolah itu dan melakukan evaluasi terhadap Rencana Anggaran Keuangan Sekolah (RAKS). ”Di antara RAKS itu terkait dengan sumber pendanaan biaya pendidikan dan biaya pendidikan. Sumber dana sekolah untuk tingkat SMA/SMK selama ini berasal dari APBN, block grand dan APBD,” ujar ketua komisis D, Christea Frisdiantara.

Menurut Chistea, selain beberapa sumber tersebut, sumbangan juga berasal dari kalangan orang tua siwa, dan setelah dievaluasi ternyata ada beberapa pos pembiayaan yang seharusnya bisa diturunkan atau bahkan ditiadakan. “Seperti biaya SPP pada tahun lalu ada yang memungut sekitar Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu per bulan,” ucap politisi Partai Demokrat itu.

Lebih lanjut Christea mengatakan, begitu juga dengan SBPP pada tahun 2010 lalu ada yang memungut hingga Rp 7,5 juta per siswa. “Untuk tahun 2011 ini, jumlah atau besarnya pungutan SBPP itu harus diturunkan lagi dan berapa besar atau penurunannya disesuaikan dengan kebutuhan tiap sekolah, karena tiap sekolah tingkat kebutuhannya berbeda. Beberapa hal tersebut akan diatur lewat Peraturan Wali Kota (Perwali) Malang,” imbuhnya.

Christea menambahkan, apabila suatu sekolah tertentu sarana dan prasarananya sudah cukup memadai, maka tidak perlu lagi melakukan pungutan yang tinggi untuk pengadaan sarana dan prasarana itu. ”Misalnya, ada sekolah yang sudah mempunyai laboratorium yang bagus,maka sekolah tersebut tidak boleh mengajukan dan melakukan pemungutan untuk pembangunan laboratorium itu,” katanya.

“Sedangkan pungutan lain seperti biaya pedaftaran dan daftar ulang tidak perlu lagi ada biaya alias gratis. Semua sekolah dilarang melakukan pungutan tersebut. Aturan ini sudah menjadi kesepakatan dengan para kepala sekolah. Dengan demikian, para wali murid yang akan mendaftarkan putra-putrinya ke SMA/SMK tidak perlu lagi mengeluarkan biaya pendaftaran dan daftar ulang. Komisi D bersama Dinas Pendidikan Kota Malang akan memantau pelaksanaan aturan ini,” pungkas Christea. (say)

Tentang Achmad Syaiful Afandi

Achmad Syaiful Afandi
Reporter Bidang Informasi Publik Dinas Kominfo Kota Malang

15 komentar

  1. Tolong dipantau kelanjutan informasi tentang peniadaan biaya pendaftaran dan daftar ulang tingkat SMA/ SMK di malang ini.
    Jangan sampai hanya terealisasi dalam perkataan saja.
    Dengan metode pendaftaran sekarang ini, mau tidak mau seorang siswa harus mencari sekolah cadangan lebih dari 1. jika tiap sekolah menetapkan biaya pendaftaran yang cukup mahal, akan ada banyak sekali orang tua yang terbebani, apalagi untuk siswa2 yang kurang mampu.
    Thx

  2. Tolong dipantau kelanjutan informasi tentang peniadaan biaya pendaftaran dan daftar ulang tingkat SMA/ SMK di malang ini.
    Jangan sampai hanya terealisasi dalam perkataan saja.
    Dengan metode pendaftaran sekarang ini, mau tidak mau seorang siswa harus mencari sekolah cadangan lebih dari 1. jika tiap sekolah menetapkan biaya pendaftaran yang cukup mahal, akan ada banyak sekali orang tua yang terbebani, apalagi untuk siswa2 yang kurang mampu.
    Thx

  3. assalamualaikum,wr wb kpd yg terhormat kpd smua jajaran di ibukota malang tampa terkecuali smoga masalah pendaftaran tampa biaya ini terlaksana,dan bisa di tindak lanjuti oleh wali murid yg akan mendaftarkan putra putri nya tampa di pungut biaya,ini sangat membantu buat masarakat kelas menengah kebawah.cukup sekian terima kasih.wassalam.

  4. assalamualaikum,wr wb kpd yg terhormat kpd smua jajaran di ibukota malang tampa terkecuali smoga masalah pendaftaran tampa biaya ini terlaksana,dan bisa di tindak lanjuti oleh wali murid yg akan mendaftarkan putra putri nya tampa di pungut biaya,ini sangat membantu buat masarakat kelas menengah kebawah.cukup sekian terima kasih.wassalam.

  5. informasi ini harus disebar luaskan kepada selurah masarakat di kab.malang melalui media radio/ televisi lokal ( malang TV . batu TV. ATV dll ) t karna masih banyak sekolah yang masih malakukan pungutan tanpa penjelasan terutamaa untuk daftar ulang tngkat SMP dan SMA di Kec.dampit. khususnya

  6. informasi ini harus disebar luaskan kepada selurah masarakat di kab.malang melalui media radio/ televisi lokal ( malang TV . batu TV. ATV dll ) t karna masih banyak sekolah yang masih malakukan pungutan tanpa penjelasan terutamaa untuk daftar ulang tngkat SMP dan SMA di Kec.dampit. khususnya

  7. mohon perhatian dari dinas terkait masalah pemungutan yang dilakukan oleh sekiolah sekolah Negeri SD / SMP / SMA

  8. mohon perhatian dari dinas terkait masalah pemungutan yang dilakukan oleh sekiolah sekolah Negeri SD / SMP / SMA

  9. Mohon perhatian dari Dinas pendidikan terkait masalah pungutan yang dilakukan oleh sekolah – sekolah SD / SMP dan SMA negeri di Kec. Dampit yang melakukan pemungutan untuk Buku, Seragam. dan daftar Ulang. yang sebenarnya hal tsb sudah tidak diperbolehkan . tapi masih berlaku di kec.Dampit. mohon perhatian dan tindak lanjut dari diunas terkait. terimakasih .

  10. Mohon perhatian dari Dinas pendidikan terkait masalah pungutan yang dilakukan oleh sekolah – sekolah SD / SMP dan SMA negeri di Kec. Dampit yang melakukan pemungutan untuk Buku, Seragam. dan daftar Ulang. yang sebenarnya hal tsb sudah tidak diperbolehkan . tapi masih berlaku di kec.Dampit. mohon perhatian dan tindak lanjut dari diunas terkait. terimakasih .

  11. penghapusan biaya pedaftaran dan daftar ulang SMA/SMK ini merupakan angin segar bagi mereka yang akan melanjutkan sekolah ke SMA/SMK terutama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Semoga di kota kota lainnya juga menerapkan hal yang serupa agar pendidikan dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi, ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>