Jumat, 31 Oktober 2014
Update Info
Beranda / Artikel / Kota Malang Butuh Pusat Kuliner

Kota Malang Butuh Pusat Kuliner

Yulivieta Nurfanti, Anggota DPRD Kota Malang

Sebagai kota pendidikan, Kota Malang tidak perlu lagi diragukan eksistensinya. pada 1 April lalu Kota Malang telah mendapat penghargaan dari MURI untuk kota dengan sejuta prestasi. Prestasi ini tidak didapat atau tidak diperoleh oleh kota lain yang ada di Indonesia. Bahkan menurut Walikota Malang, Drs. Peni Suparto, M.AP tidak pernah didapat oleh kota-kota lain yang ada di dunia. Dengan 492 penghargaan, merupakan hal yang luar biasa.

Selain menyandang nama besar dengan kota pendidikan, Kota Malang juga sebagai kota tujuan wisata yang menyajikan berbagai tempat wisata yang layak dan sayang jika tidak dikunjungi. Sebut saja salah satunya yaitu tempat wisata Tlogomas yang mempunyai panorama yang sangat indah. Selain itu, Kota Malang juga mempunyai sebutan sebagai kota industri. Di Kota Malang banyak sekali sentra-sentra industri yang sudah go internasional, seperti halnya sentra industri keripik tempe yang ada di Sanan.

Dengan kota berbagai julukan itu, tentunya Kota Malang akan banyak dikunjungi oleh para wisatawan dari luar maupun wisatawan domestik setiap saat. Dengan banyaknya wisatawan yang datang ke Kota Malang ini juga dibutuhkan suatu tempat khusus yang menyajikan berbagai makanan. Jadi, jika wisatawan datang ke Kota Malang mempunyai jujukan atau tujuan yang pasti apabila ingin merasakan berbagai makanan, terutama makanan khas Malang. Kota Malang juga terkenal dengan bakso Malang-nya yang sudah terkenal dimana-mana.

Menurut salah satu anggota Komisi C DPRD kota Malang, Yulivieta Nurfanti, Kota Malang hingga saat ini belum mempunyai pusat kuliner yang bisa didatangi oleh wisatawan maupun warga Malang sendiri. “Pusat kuliner ini sangat penting, karena Malang selau menjadi tujuan wisata bagi wisatawan. Kami dari anggota dewan sudah pernah mengajukan kepada pihak Pemkot Malang beberapa waktu lalu. Sebenarnya pihak pemkot menyetujui usulan ini, tapi hingga saat ini belum ada kepastian kapan akan didirikan pusat kuliner tersebut,” ujar perempuan berjilbab ini.

Lebih lanjut, Yulivieta mengatakan, pusat kuliner ini bisa didirikan di tengah kota yang mudah dijangkau oleh para wisatawan atau warga Malang. “Lokasinya bisa di daerah Jalan Soekarno Hatta, Jalan Kawi, Jalan Bromo atau di tempat lain yang strategis. Jika sudah ada, sebaiknya pusat kuliner ini bisa buka selama 24 jam, sehingga kapanpun kita butuh makan, kita sudah mempunyai tempat yang akan dituju,” sambung politisi partai Demokrat ini.

Terpisah, Nurudin Huda, yang juga pengusaha rumah makan menyetujui dengan adanya pusat kuliner di Kota Malang. Menurutnya, Kota Malang sudah saatnya mempunyai pusat makanan yang juga bisa menjadi ikon atau ciri khas kota pendidikan ini. “Saya sangat setuju sekali apabila Kota Malang mempunyai pusat makanan, karena dengan demikian kota Malang tidak hanya terkenal sebagai kota pendidikan atau kota industri saja. Sambil menikmati indahnya Kota Malang, wisatawan atau warga Malang bisa berwisata kuliner,” pungkas Nurudin. (say)

Tentang Dani Maroe Beni

Pengelola Media Center Kendedes Staf Bidang Informasi Publik Dinas Kominfo Kota Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi, ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>