Kamis, 23 Oktober 2014
Update Info
Beranda / Berita / Harga Beras Naik Rp 100/Kg Tiap Hari

Harga Beras Naik Rp 100/Kg Tiap Hari

Dalam sepekan terakhir harga beras terus merangkak naik. Menurut para pedagang, kenaikan harga beras kali ini cukup luar biasa dibanding dengan kenaikan harga biasanya. Pasalnya, setiap hari kenaikannya sebesar Rp 100,- per Kg.

Di Pasar Klojen Kota Malang misalnya, untuk beras merek Mentari dari harga sebelumnya Rp 6.900,- kini menjadi Rp 7.200,- per Kg. Beras merek Bintang dari Rp 7.700,- menjadi Rp 8.000,-; beras jenis Lombok dari Rp 7.900,- menjadi Rp 8.250,- dan beras jenis Piala dari Rp 7.900,- menjadi Rp 8.300,-.

“Sudah sejak seminggu ini harga terus naik, setiap hari kenaikannya Rp 100,- per Kg. Bahkan beberapa hari lalu pernah dalam sehari harga naik 2 kali saat pagi dan sore hari. Selain pedagang, masyarakat juga resah dengan adanya hal tersebut,” tutur Min Suriati, salah seorang pedagang beras di Pasar Klojen, Rabu (6/7).

Dia menambahkan, lonjakan harga kali beras ini cukup tajam dibanding kenaikan harga biasanya. Karena, setiap hari harga selalu berubah dan membuat pedagang seringkali kebingungan. Terutama untuk menentukan harga patokan yang akan diberlakukan kepada para pembeli.

Min menambahkan, biasanya kalau harga naik itu kan tidak setiap hari, tapi kali ini tiap hari terus naik. “Oleh karena itu saya hanya mengambil keuntungan sedikit saja, sekitar Rp 50,- sampai Rp 100,- per Kg agar harga tidak melambung lebih tinggi lagi. Sepengetahuan saya, kenaikan harga ini dipicu oleh banyaknya petani yang mengalami gagal panen tahun ini karena serangan hama wereng,” ucap Min Suriati.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Malang tidak bisa dimintai keterangannya. Imam Santoso, Kadisperindag sedang pergi umroh. Sementara stafnya tidak ada yang mau memberikan keterangan atas kenaikan harga ini.

Secara terpisah, Kepala Bulog Sub Divre Malang Raya, Awaludin Iqbal menyatakan siap melakukan operasi pasar bila diminta oleh dinas terkait, dalam hal ini Disperindag.

“Kami siap saja melakukan operasi pasar, tapi harus ada koordinasi dulu dengan dinas terkait. Kami sendiri memiliki ukuran untuk menyatakan ada gejolak harga di masyarakat. Yang ada gejolak harga bila dalam 3 minggu sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga hingga 25% dari harga sebelumnya. Atau bisa juga dalam seminggu kenaikan harga bisa mencapai 15% dan memancing inflasi,” kata Iqbal.

Untuk beras sendiri, sambung Iqbal, Bulog Malang setiap bulannya mensuplai sebanyak 4.965 ton per bulan. Beras tersebut diperuntukkan 333.989 keluarga miskin (gakin) di wilayah kerja Bulog Malang (Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang, Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan).

Sementara untuk pengadaan beras sendiri sejak periode Januari – Juni sudah sebanyak 13 ribu ton. “Selain pasokan dari Bulog Malang, juga ada pasokan dari luar daerah yang masuk ke wilayah Malang Raya. Sehingga tidak perlu terlalu dikawatirkan,” pungkas Iqbal.(say)

Tentang Achmad Syaiful Afandi

Achmad Syaiful Afandi
Reporter Bidang Informasi Publik Dinas Kominfo Kota Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi, ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>