Senin, 28 Juli 2014
Update Info
Beranda / Berita / Harga Stabil, Budidaya Terong Hijau Diminati Petani

Harga Stabil, Budidaya Terong Hijau Diminati Petani

Harga terong hijau yang stabil di pasaran, dimana dari petani dihargai Rp 1500,-/kg mulai membuat petani sayur di Kota Malang bergairah. Seperti Ahmad Zainuri, warga Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang ini mulai mereguk banyak untung seiring dengan bagusnya harga.

Pekerja di kebun terong hijau milik Zainuri memanen terong hijau

Seperti yang terlihat Jumat (1/7) Zainuri dan beberapa karyawanya sumringah memanen terong hijau di Kelurahan Tlogowaru, Kota Malang. Dari seperempat hektar lahan terong di Tlogowaru, petani sayur ini memanen tak kurang dari 1,5 ton terong hijau.

Zainuril mengakui setelah usia terongnya saat ini berusia 65 hari dia sudah mulai panen terong hijau yang ditanam. Panen seperti ini, dari pengalaman tahun sebelumnya bisa terjadi sampai 30 kali sekali tanam. Dengan jarak panen setiap lima hari sekali.

“Dengan harga Rp 1500 kami sudah untung lumayan, dari pengalaman selama empat tahun menanam terong hijau harga terbaik adalah Rp 3000,-/kg,” jelas Zainuri, Jumat (1/7).

Sebelum menanam terong hijau, Zainuri sempat menekuni budidaya cabe. Namun karena harga cabe yang sulit diprediksi, dia sempat bangkrut. Dan akhirnya setelah coba-coba budidaya terong ternyata panenannya bagus dan menguntungkan.

Saat awal menanam terong, Zainuri mengaku agar untung yang dia bisa peroleh lebih besar dia menumpangsarikannya dengan tanaman brokoli. Dari seperempat hektar brokoli yang dia tanam bersamaan dengan terong, dia terakhir memanen sebanyak 2 ton. Yang oleh pembeli diborong Rp 12,-/ kg brokoli.

Tetapi saat pohon terongnya sudah tinggi seperti saat ini, Zainuri mengaku tumpangsari dengan brokoli tidak bisa dia lakukan lagi sebab ujung daun terong tiap deret sudah saling bertemu menutupi tanah dibawahnya. Tetapi itu tidak masalah, sebab saat seperti ini terong yang dia panen bisa menjadi adalan setiap lima hari sekali bisa dipetik.

Selain harganya bagus, Zainuri mengatakan sengaja memilih terong hijau untuk ditanam karena terong jenis ini tahan penyakit. Mampu beradaptasi dengan bagus di tanah yang ada di Kota Malang, serta masih jarang yang membudidayakan, sehingga persaingannya relatif sedikit. Tidak seperti bertanam cabe.

Dian Agustin, penggemar terong hijau mengakui dia beserta keluarga sering mengonsumsi terong karena kandungan gizinya yang bagus. Terong hijau juga memiliki nutrisi yang tinggi, lengkap dengan vitamin BI, B3 dan B6, serta berserat tinggi.

“Mitos saja makan terong menjadi loyo, saya membuktikan makan terong tetap bisa sehat,” ujar Dian. (cah)

Tentang Cahyo Nugroho

Cahyo Nugroho
Reporter Bidang Informasi Publik Dinas Kominfo Kota Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi, ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>