Senin, 22 September 2014
Update Info
Beranda / Artikel / Pesawat Hecules dan Mustang, Dijajakan di Perempatan Rampal

Pesawat Hecules dan Mustang, Dijajakan di Perempatan Rampal

Setiap hari harus berjalan sejauh 20 Km ke Kota Malang untuk menjajakan daganganya tidak pernah membuat M Toha gentar. Dengan penuh semangat ayah empat anak ini menjajakan pesawat kayu buatannya di perempatan Lapangan Rampal, Kota Malang, Kamis (7/7).

M. Toha bersama pesawat buatannya saat menjajakannya di perempatan Rampal

Sambil bersiul memanggil angin datang agar kincir pesawat buatanya bisa berputar seperti pesawat yang sesungguhnya. Toha berharap bisa menarik perhatian masyarakat yang lalu lalang di perempatan Rampal, untuk membeli dagangannya sehingga bisa pulang dari Kota Malang dengan membawa uang.

Toha mengaku capek juga berjalan setiap hari dari rumahnya di Dusun Pateguhan, Desa Argosari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang dengan membawa sekarung pesawat mainan. Tetapi mau bagaimana lagi, kalau harus naik ojek ongkos sekali jalan saja Rp 25.000 untuk bisa sampai ke Kota Malang.

“Daripada Rp 25.000,- saya berikan ojek, lebih baik uang itu saya bawa pulang untuk diberikan istri dan anak,” jelas Toha, Kamis (7/7).

Toha menceritakan, usaha membuat pesawat sebenarnya sudah turun temurun selama 27 tahun, namun untuk penjualan ke Kota Malang sendiri baru dia lakukan dua tahun terakhir. Sebelumnya, pria berusia 46 tahun ini banyak menjual pesawat mainannya ke Blitar dan Surabaya.

“Kalau saja ada modal, sebenarnya saya bisa saja hanya menjadi perajin saja di rumah. Sebab saat ini pesanan dari Surabaya, Blitar, dan Jakarta sangat banyak. Sayang pesanan itu tidak bisa dia penuhi karena tidak adanya biaya untuk mencukupi,” ujar Toha.

Menurut Toha, beberapa bulan yang lalu dia sempat senang ketika ada orang dari pemerintahan Kecamatan Jabung memberitahunya akan mendapat bantual modal. Dan saat itu juga ada pesanan banyak dari Surabaya, tetapi akhirnya dia hanya bisa pasrah saja saat itu sebab modal itu tidak kunjung datang, padahal dia sudah terlanjur memotongi kayu randu jenis randu gembala dalam jumlah banyak.

“Ya kecewa juga pesanan pelanggan dalam jumlah besar itu tidak bisa saya penuhi, tetapi mau bagaimana lagi,” terang Toha.

Selama ini, saat berdagang di perempatan Rampal Toha mengaku bisa menjual sebanyak 50-100 pesawat buatan setiap hari dengan harga Rp 10.000 tiap biji. Pria yang menikah saat berusia 33 tahun ini menyebutkan pesawat buatannya merupakan replika jenis Hercules dan Mustang yang hanya menggunakan crayon dan spidol untuk memberikan warna. (cah)

Tentang Cahyo Nugroho

Cahyo Nugroho
Reporter Bidang Informasi Publik Dinas Kominfo Kota Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi, ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>