Selasa, 29 Juli 2014
Update Info
Beranda / Artikel / Nikmatnya Bisnis Cacing

Nikmatnya Bisnis Cacing

Sukun, MC - Sempat jatuh bangun dalam berbisnis, tidak membuat Adam Azis kapok menekuni dunia usaha budidaya cacing. Setelah satu setengah tahun menggeluti, anggota Kelompok Tani Sri Mulyo Kecamatan Sukun ini mulai merasakan sukses.

Azis menunjukan cacing yang dipelihara

Dari sebanyak enam kotak cacing yang dikelolanya, seminggu tidak kurang dari 50-60 Kg cacing dihasilkan. Ini masih ditambah penghasilan dari pupuk bekas cacing yang terus meningkat dari hari ke hari.

Azis mengatakan selama ini permintaan pasar terhadap cacing sangat tinggi, mulai dari pengusaha kolam pancing, Dinas Perikanan hingga perusahaan obat. Dari permintaan 2 kuintal, seminggu hanya disanggupi seperempatnya saja, padahal harganya cukup lumayan. Satu kilogram cacing Rp 50.000.

“Selama ini untuk pasar cacing bagus, belum sampai saya menjualnya keluar, pembeli sudah berbondong-bondong sendiri ke tempat kami,” jelas Azis, senin (3/9).

Mengenai pakan cacing sendiri Aziz mengaku selam ini tidak pernah repot, sebab nasi bekas, pupuk kandang, kotoran kelinci, sampah dapur organik semua bisa dilahap cacing dengan baik. Karena itu seandainya di Kota Malang bisa lebih banyak lagi pengusaha cacing, tentu bisa mengurangi sampah-sampah di Kota Malang yang saat ini menjadi problem tersendiri.

Dengan prospek pasar yang masih sangat bagus, Azis menyebutkan, saat ini terus berusaha meningkatkan kapasitas produksi. Dia berharap, suatu saat bisa memenuhi permintaan sebanyak 2 kwintal per minggu.

“Dua kuintal per minggu. Itu baru dari beberapa pemesan, saya yakin pesanan akan semakin banyak melihat saat ini di Kota Malang masih langka yang menekuni bisnis cacing,” tegas Azis.

Terkait pemeliharaan cacing sendiri Aziz mengaku tidak rumit, cukup diberi makan cukup dan kelembapan tempat pemeliharaan dijaga sesuai suhu kamar. Cacing akan cepat besar dan berkembang biak. Penyiraman bisa dilakukan sore hari saja, atau pagi-sore tergantung cuaca, penyiraman bisa menggunakan air sumur, air PDAM ataupun air sungai, asalkan tidak tercemar.

Petugas kesehatan dari Puskesmas janti, Siti Muhimatul mengakui, Azis sangat kreatif dalam membangun sebuah usaha. Selain ternak cacing dia juga memadukannya dengan budidaya ketela cilembu, beternak lele, budidaya tomat, budidaya terong sehingga bisa semakin banyak yang dipanen.

“Produk yang dikeluarkan dari usaha Azis juga organik, sehingga kami senang membeli produk-produk yang dihasilkan karena bebas dari pencemaran bahan kimia,” terang Siti. (cah/dmb)

Tentang Cahyo Nugroho

Cahyo Nugroho
Reporter Bidang Informasi Publik Dinas Kominfo Kota Malang

7 komentar

  1. mas azis dulu pas saya beli bibit cacing ke anda, anda bilang mau menampung hasil panenanx. kenapa saya tanya harganya berapa kok gak di jawab? di sms gak di balas, di telepon gak dia angkat
    klo uda gak nampung lg ya setidaknya di balas smsnya dan minta maaf karena tidak bisa nampung cacing seperti yang anda janjikan

  2. demi lingkungan hidup cacing paling berjasa

  3. PAk Admin, bisakah saya minta alamat lengkap dari pak Adam Azis ?
    Terima kasih

  4. Saya juga baru mulai ternak cacing. jangan tergiur harga fantastis 50000 per kg, itu nggak masuk akal. wong budidayanya mudah, pakan murah, berkembang biak sendiri dan banyak.saya kira harga yang pantas 5000-10000 per kg, nah itu baru feasible. untung sedikit tapi volume banyak, yang mau pakai juga banyak. ikan bebek ayam dsb.

  5. kalaulah siklus simbiasis makanan dan sampah bisa jadi uang alangkah lebih baik membidik usaha sediri tanpa repot cari lowongan pekerjaan banyak pluang menantang dengan modal ringan tapi itulah kepuasan hanya di pandang sebelah mata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi, ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>