Sabtu, 25 Oktober 2014
Update Info
Beranda / Berita / Nanda: Politik Bukan Satu-satunya Pilihan Perempuan

Nanda: Politik Bukan Satu-satunya Pilihan Perempuan

Klojen, MC – Kaum perempuan dalam pembangunan mempunyai peranan yang sama besar dengan kaum laki-laki. Posisi kaum hawa juga sama dalam hukum dan pemerintahan. Dan tidak selamanya wanita harus dinomor duakan, karena mutu, kualitas, keilmuan dan pola pikir tidak sedikit yang berada diatas kaum perempuan.

Ya'qud Ananda Qudban

Ya’qud Ananda Gudban

Selain harus dan bisa menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya serta sebagai seorang istri, tidak sedikit perempuan yang berkarir di dunia politik, pemerintahan dan bidang lain. Suatu contoh, Indonesia pun pernah dipimpin oleh seorang perempuan, yaitu Megawati Sukarno Putri.

Setidaknya, hal itulah yang disampaikan oleh pemerhati dan aktivis perempuan Kota Malang, Yaqud Ananda Gudban, Sabtu (22/12). Karena hari ini merupakan hari ibu, kata dia, maka perempuan harus lebih berperan aktif dan jangan selalu mau dinomorduakan dalam kehidupan ini.

Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kota Malang itu menyampaikan, bahwa kaum perempuan tidak harus terjun langsung dalam dunia politik untuk menunjukkan eksistensinya. Karena jasa, pengabdian atau pembuktian konkri perempuan dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Perempuan berjilbab itu mencontohkan, bahwa seorang ibu rumah tanggapun mempunyai peran besar menciptakan calon generasi bangsa yang produktif dengan mendidik anak-anaknya secara baik dan benar. “Seorang perempuan juga bisa menjadi aktivis, menjadi guru, atau terjun di kegiatan sosisal kemasyarakatan lain,” terang Nanda.

Yang terpenting, lanjut politisi Partai Hanura itu, bagi seorang perempuan adalah perempuan yang mempunyai kualitas, wawsan, peran, komunikasi dan jaringan yang luas. Dengan demikian, kaum perempuan bisa berbuat banyak untuk masyarakat serta negara. “Dari sinilah nantinya peran seorang perempuan dapat terdeteksi,” urainya.

Saat seorang perempuan memutuskan untuk berkecimpung di dunia politik, tegas Nanda, maka harus totalitas serta jangan menganggap politik itu sempit, kotor atau konkritnya memandang sebelah mata tentang politik. “Karena politik itu sesungguhnya tidak seperti itu dan tergantung pada individu yang bersangkutan,” pungkas Nanda. (say/dmb)

Tentang Achmad Syaiful Afandi

Achmad Syaiful Afandi
Reporter Bidang Informasi Publik Dinas Kominfo Kota Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi, ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>