Sabtu, 26 Juli 2014
Update Info
Beranda / Artikel / Seni Budaya dan Pariwisata / Raja-Sultan Siap Kumpul di Kota Malang

Raja-Sultan Siap Kumpul di Kota Malang

Klojen, MC - Pamor Malang sebagai tempat lahirnya raja-raja nusantara nampaknya masih masih ada dan melegenda. Begitu besarnya pengakuan itu, Raja Kerajaan Samu Samu VI Maluku Upu Latu M.L Benny Ahmad Samu Samu sampai sowan ke Wali Kota Malang, Senin (11/2).

Upu Latu bersama Wali Kota

Upu Latu bersama Wali Kota Malang

Bukan tanpa alasan, Benny Ahmad menemui Wali Kota Malang, Raja dari Maluku ini berkomunikasi dengan wali Kota Malang terkait Silaturahmi Nasional (Silatnas) III Raja dan Sultan Nusantara. Sebab, rencananya Kota malang akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Silatnas Raja-Sultan yang ke-3.

Benny mengungkapkan, Silatnas III akan dilangsungkan di Kota Malang tanggal 21-24 Juni 2013 dengan melibatkan raja-sultan nusantara hingga mancanegara. Ada sebanyak 220 raja nusantara dan 80 raja se-ASEAN, Asia, Timur Tengah akan hadir di Kota Malang.

“Utusan dari kerajaan Spanyol, Brazil, Inggris dan Monaco akan hadir di Kota Malang,” ujar Benny, Senin (11/2).

Benny mengatakan, Silatnas III sengaja digelar di Malang tidak lepas dari segi historis yang sangat tinggi. Dimana sejarahnya, cikal bakal kerajaan yang ada di Jawa bersal dari Malang.

“Kerajaan-kerajaan di Indonesia adalah aset yang luar biasa, dengan adanya Silatnas III, kami berharap generasi bangsa ini akan lebih bangga pada budayanya,” tegas Benny.

Sebelum di Malang, Benny menyebutkan, Silatnas pertama digelar di Istana Merdeka, Silatnas kedua digelar di Kesultanan Cirebon. Rencananya Silatnas III akan dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Wali Kota Malang Drs Peni Suparto M.AP mengaku senang dengan akan berkumpulnya raja-raja di Kota Malang. Dari kegiatan ini, filosofinya sangat tinggi terhadap penanaman cinta budaya dan nilai persatuan dan kesatuan.

“Sebelum merdeka, ada Kerajaan Ngayogjakarto, Surakarta, Kutai, Maluku. Namun setelah merdeka, semuanya menjadi satu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kenyataan ini tentu menunjukan adanya sebuah keikhlasan dan pengorbanan yang sangat besar,” tegas Peni.

Peni mengatakan, dia sangat terharu sekali dengan adanya kegiatan ini sehingga siap mendukung sepenuhnya. Dia bertekad menunjukkan bahwa Kota Malang masih lekat dengan budaya seperti tari topeng dan jaran kepang.

“Kita akan hadirkan ribuan warga untuk ikut menyaksikan. Tentunya ini berbeda dengan di tempat lain, ujar Peni. (cah/dmb)

Tentang Cahyo Nugroho

Cahyo Nugroho
Reporter Bidang Informasi Publik Dinas Kominfo Kota Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi, ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>